Selasa, 04 April 2017

Tugas 1 Perilaku Organisasi dan Ketenagakerjaan

Nama : CHRISTIN WIDYA PS
NIM   : 01215151 (Manajement)

Self-Assessment (Individu)
1.      Ceritakan proses terbentuknya motivasi anda untuk melanjutkan studi S1.
-          Kapan muncul motivasi tersebut?
-          Kondisi seperti apa yang memunculkan motivasi tersebut?
-          Pemikiran, perasaan, dan atau dorongan apa dalam diri anda yang menguatkan motivasi tersebut?
-          Orang, obyek dan atau situasi apa yang turut mendorong sehingga pada akhirnya anda memutuskan untuk melanjutkan syudi S1?

Motivasi saya untuk melanjutkan S1 muncul sejak kecil saat itu saya mempunyai keinginan melanjutkan studi setinggi-tingginya. Keinginan saya dan keluarga saya lah yang membuat saya bertekad untuk terus melanjutkan kuliah. Karena ilmu itu membuat orang kaya ide dan beretika. Ilmu tidak akan ada yang sia-sia. Karena saya berpikir kalau dengan ilmu yang banyak dan bermanfaat tidak akan tersesat di jalan dan akan berwawasan yang luas. Pekerjaan yang mendorong saya lebih kuat dalam melanjutkan S1. Serta era globalisasi yang menuntut saya untuk terus melanjutkan kuliah. Dan keluarga saya kelak yang terdidik dengan ilmu yang banyak dan bermanfaat.

2.      Faktor-faktor apa yang dapat memperkuat motivasi anda dalam menjalani studi S1? Jelaskan faktor faktor di dalam kampus dan diluar kampus.
-          Di dalam kampus : Dosen dengan ilmu- ilmunya yang segudang. Pertemanan yang saling membantu , tukar pikiran ide-ide dan ilmu. Serta adanya fasilitas kampus yang memadai untuk mencari ilmu sebanyak mungkin. Dan acara-acara yang diadakan (seminar)
-          Diluar kampus : Dunia kerja yang menuntut kita untuk melanjutkan S1 dengan tujuan jenjang karier. Dan persaingan kuat dengan Negara lain untuk mencari pekerjaan.  Keluarga yang bertujuan mendidik keluarga yang cerdas dan berilmu.  Serta lingkugan supaya tidak di bodohi dalam hal apapun.

3.      Faktor-faktor apa yang dapat memperlemah motivasi anda dalam menjalani studi S1? faktor faktor di dalam kampus dan diluar kampus.
-          Di dalam kampus : salah pergaualan teman. Hambatan pengajaran dosen seperti datang telat, kampus dengan fasilitasnya,
-          Di luar kampus : dunia kerja yang cukup dengan gaji UMR  “gak usah jabatan tinggi, gaji umr udah cukup”. Keluarga biasanya masalah ekonomi.  lingkungan yang menyepelekan “buat apa S1 toh kalo udah berkeluarga ujung-ujungnya di dapur juga”

4.      Apa harapan anda terhadap mata kuliah Perilaku Organisasi dan Ketenagakerjaan ini agar dapat memperkuat motivasi anda untuk terus berprestasi dalam studi ?
Harapan saya terhadap mata kuliah Perilaku Organisai dan Ketenagakerjaan ilmu yang di dapatkan bermanfaat dan di terapkan di kehidupan sehari-hari. Karena ilmu akademik yang banyak tidak akan cukup kalo ilmu berperilaku dalam organisasi kurang. Menjadi owner yang berilmu bukan hanya academic namun ber etika bagi karyawannya.

Rabu, 02 November 2016

Wisuda Sarjana Ke-42 dan Pascasarjana Ke-30

Wisuda Sarjana Ke-42 dan Pascasarjana Ke-30
 


10 Oktober 2016, 19:51:44

Universitas Narotama (UNNAR) menggelar Wisuda Sarjana Ke-42 dan Pascasarjana Ke-30 bagi mahasiswa yang lulus pada Semester Gasal TA 2016-2017 dalam Rapat Terbuka Senat UNNAR yang berlangsung pada Minggu, 9 Oktober 2016 pukul 18.00 WIB di Grand Ballroom Shangri-La Hotel Surabaya.
Acara diawali sambutan oleh Rektor UNNAR Hj. Rr. Iswachyu Dhaniarti DS, ST, M.HP yang dilanjutkan sambutan oleh Ketua Dewan Penyantun UNNAR Dr. H. Rasiyo, M.Si, kemudian pembekalan untuk para wisudawan oleh Koordinator Kopertis Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA.
Rektor Hj. Rr. Iswachyu Dhaniarti DS, ST, M.HP memaparkan perjalanan UNNAR dalam mendedikasikan yang terbaik untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Tantangan, perubahan, dan dinamika di era internasional saat ini telah mentransformasi UNNAR menjadi kampus yang berorientasi global berprinsip nasionalisme, didukung dengan sistem operasi yang efektif dan efisien serta ramah lingkungan. Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI mengumumkan bahwa UNNAR menduduki peringkat 56 terbaik secara nasional diantara 4.200-an PTN dan PTS di Indonesia.
Dr. H Rasiyo, M.Si mendukung UNNAR yang memiliki local genius tentang usaha mikro kecil menengah (UMKM). Beliau mengingatkan kepada para wisudawan untuk mempersiapkan diri dalam memasuki masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) dengan ilmu dan keterampilan yang mereka peroleh selama kuliah. UNNAR telah memberikan bekal yang cukup untuk menghadapi era tersebut. Pertumbuhan UMKM di Indonesia yang telah terhubung dengan bank sangat penting dalam peningkatan perekonomian masyarakat. Setelah lulus diharapkan mereka menjadi pencipta lapangan kerja untuk diri sendiri dan orang lain, daripada menjadi pelamar kerja yang sudah tentu peluangnya sangat terbatas.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA mengapresiasi perkembangan UNNAR yang saat ini telah mengalami kemajuan sangat pesat. Beliau berpesan agar sumberdaya manusia terus ditingkatkan kualitasnya untuk menjaga ritme `kecepatan` yang tinggi dalam mencapai tujuan kampus unggul dengan visi global. Selain itu, para wisudawan harus bangga dapat kuliah hingga lulus sebagai alumni UNNAR yang kini sudah terakreditasi BAN PT dengan predikat B, dan kini sedang dalam proses akselerasi dari B untuk menjadi terakreditasi A. [N]
Foto: Koordinator Kopertis Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA memberikan pembekalan kepada para wisudawan di Grand Ballroom Shangri-La Hotel Surabaya, Minggu (9/10). 

https://www.narotama.ac.id/index.php/detil//1013/Wisuda_Sarjana_Ke-42_dan_Pascasarjana_Ke-30.html

Seminar Live Hacking: Kejahatan di Dunia Maya

Seminar Live Hacking: Kejahatan di Dunia Maya 


02 November 2016, 09:38:47

Sasaran kejahatan dunia maya (cybercrime) semakin meluas seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Tindakan yang mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer ini sekarang bukan lagi hanya menyasar individu atau perusahaan. Kejahatan dunia maya kini sudah mengarah terhadap sistem pertahanan dan keamanan suatu Negara.
Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Narotama (UNNAR) mengadakan seminar tentang “Live Hacking: Kejahatan di Dunia Maya” pada Kamis, 27 Oktober 2016. Para pembicara adalah Trainer Profesional Tim Bela Negara, Kementerian Pertahanan dan Keamanan Republik Indonesia. Materi seminar meliputi hacking web, backdoor, malware android, dan hacking infrastructure.
Dekan FIK UNNAR Cahyo Darujati, ST, MT mengatakan, kegiatan seminar tersebut untuk menambah wawasan mahasiswa tentang kejahatan di dunia maya dan bagaimana upaya yang harus mereka lakukan supaya dirinya tidak menjadi korban kejahatan dunia maya. Selain itu juga mendidik mahasiswa mampu melakukan bela Negara, khususnya yang berhubungan dengan kejahatan di dunia maya. [nar]
Foto: Seminar tentang “Live Hacking: Kejahatan di Dunia Maya” berlangsung pada Kamis, 27 Oktober 2016. 

https://www.narotama.ac.id/index.php/detil//1023/Seminar_Live_Hacking:_Kejahatan_di_Dunia_Maya.html

BAN PT Visitasi Prodi Manajemen

BAN PT Visitasi Prodi Manajemen 



22 Oktober 2016, 07:45:29

Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) melakukan visitasi lapangan terhadap Program Studi (Prodi) Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Narotama (UNNAR) pada Rabu, 19 Oktober 2016. Tim Asesor BAN PT terdiri atas Prof. Dr. Mahlia Muis, SE, M.Si (UNHAS) dan Dr. Dian Indiyati, SH, SE, MSi (UNJANI).
Tim Asesor BAN PT melakukan proses verifikasi data untuk akreditasi Prodi Manajemen kepada pejabat terkait yaitu Dekan FEB Prof. Dr. Soebandi, SE.Ak, CPA dan Kaprodi Manajemen I Gede Arimbawa, SE, MM.
Hadir dalam visitasi tersebut, Rektor UNNAR Hj. Rr. Iswachyu Dhaniarti DS, ST, M.HP, Dr. Arasy Alimudin, SE, MM (Wakil Rektor I), Dr. Sri Wiwoho Mudjanarko, ST, MT (Ketua LPPM), Dr. Reswanda T Ade, MM (wakil dekan FEB), Ir. Rr. Hermien Tridayanti, MM (Kepala Badan Penjaminan Mutu), Miftakhul Huda, SH, MH (Direktur SDM), Andi Pontjo Wiyono, SH, MH (Direktur Kemahasiswaan) dan Agus Sukoco, ST, MM (Manajer Keuangan).
Tim Asesor BAN PT memeriksa dokumen akreditasi yang berupa evaluasi diri dan borang Prodi Manajemen serta borang unit pengelola prodi yang dinilai melalui tujuh standar, yaitu: (1) visi, misi, tujuan, dan sasaran, serta strategi pencapaian; (2) tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan dan penjaminan mutu; (3) mahasiswa dan lulusan; (4) sumber daya manusia; (5) kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik; (6) pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi; dan (7) penelitian, pelayanan/pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama. [nar]
Foto: Tim Asesor BAN PT Prof. Dr. Mahlia Muis, SE, M.Si menyerahkan hasil visitasi Prodi Manajemen kepada Dekan FEB Prof. Dr. Soebandi, SE.Ak, CPA di Ruang Rapat Gedung D, Rabu (19/10). 

https://www.narotama.ac.id/index.php/detil//1019/BAN_PT_Visitasi_Prodi_Manajemen_.html


Tugas CP1 Matkul TIK

Pengertian Fungsi dan Tujuan Manajemen Keuangan

Pengertian Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan adalah segala kegiatan atau aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana cara memperoleh pendanaan modal kerja, menggunakan atau mengalokasikan dana, dan mengelola aset yang dimiliki untuk mencapai tujuan utama perusahaan. 

Tujuan Manajemen Keuangan

Tujuan utama Manajemen Keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai yang dimiliki perusahaan atau memberikan nilai tambah terhadap asset yang dimiliki oleh pemegang saham.

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan terdiri dari:
  1. Keputusan Pendanaan, meliputi kebijakan manajemen dalam pencarian dana perusahaan, misalnya kebijakan menerbitkan sejumlah obligasi dan kebijakan hutang jangka pendek dan panjang perusahaan yang bersumber dari internal maupun eksternal perusahaan.
  2. Keputusan Investasi, Kebijakan penanaman modal perusahaan kepada aktiva tetap atau Fixed Assets seperti gedung, tanah, dan peralatan atau mesin, maupun aktiva finansial berupa surat-surat berharga misalnya saham dan obligasi atau aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva.
  3. Keputusan Pengelolaan Aset, Kebijakan pengelolaan aset yang dimiliki secara efisien untuk mencapai tujuan perusahaan.
Artikel lainnya: Pengertian Akuntansi Keuangan & Standarisasi Pelaporan

Pengertian Fungsi dan Tujuan Manajemen Keuangan


Fungsi Manajemen Keuangan

Fungsi utama Manajemen Keuangan adalah sebagai berikut:
  1. Planning atau Perencanaan Keuangan, meliputi Perencanaan Arus Kas dan Rugi Laba.
  2. Budgeting atau Anggaran, perencanaan penerimaan dan pengalokasian anggaran biaya secara efisien dan memaksimalkan dana yang dimiliki.
  3. Controlling atau Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan perusahaan.
  4. Auditing atau Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar sesuai dengan kaidah standar akuntansi dan tidak terjadi penyimpangan.
  5. Reporting atau Pelaporan Keuangan, menyediakan laporan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan dan analisa rasio laporan keuangan. 

Analisa Rasio Keuangan

Alat analisis yang sering digunakan untuk mengetahui kondisi dan prestasi keuangan perusahaan. Tolak ukurnya biasanya dengan membandingkan kenaikan atau penurunan prestasi antara dua laporan posisi keuangan pada dua periode waktu tertentu.

Analisa Rasio Keuangan yang umum dipakai dikelompokkan sebagai berikut:
  1. Liquidity Ratio, nilai rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajiban finansial dalam jangka pendek. Laporan berupa analisa Current Ratio dan Working Capital to Total Asset (WCTAR).
  2. Leverage Ratio , rasio untuk menilai seberapa besar dana yang diberikan oleh pemegang saham atau owner  dibandingkan dengan dana yang diperoleh dari pinjaman dari dari pihak kreditur. Laporan berupa Total Debt to Assets  (DAR),  Total Debt to Equity (DER).
  3. Activity Ratio, rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam menggunakan sumber dayanya. Semua rasio aktifitas melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada berbagai jenis aset yang dimiliki. Laporan analisa berupa Total Asset Turn Over (ATO), Working Capital Turn Over (WCTO), Total Equity to Total Asset (EA).
  4. Rentability Ratio, rasio ini digunakan untuk menilai tingkat efektifitas manajemen yang dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan. Laporan analisa berupa Return on Equity (ROE), Return on Assets (ROA), Earning Power of to Total Invesment (EPTI), Gross Profit Margin(GPM), dan Operating Income (OI).

Tugas CP1 Matkul TIK

Manajemen Bisnis – Prinsip dan Standarisasi Manajemen Perusahaan

Management Bisnis

Bisnis merupakan kegiatan dalam menjual produk atau jasa agar memberikan keuntungan bagi pemiliknya. Bisnis merupakan kegiatan beresiko memberikan kerugian baik dari segi material atau non-material. Namun bila berhasil maka akan memberikan keuntungan dan kesejahteraan bagi pemiliknya. Agar terhindar dari resiko bisnis maka bisnis harus dijalankan dengan tepat dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang serius dan mantap. Bisnis terdiri atas beberapa komponen penting yang saling mendukung dan melengkapi. Bila salah satu komponen gagal maka akan mengganggu komponen lain. Berikut adalah komponen-komponen bisnis tersebut:

Manajemen, yaitu bagian yang merencanakan, mengelola, dan menjalankan bisnis. Komponen ini bisa disebut sebagai backend yaitu komponen yang berada di belakang layar.
Kekuatan brand atau image, yaitu karisma, kekuatan emosional yang dimiliki oleh perusahaan dan merupakan pandangan/perasaan masyarakat terhadap perusahaan atau produk. Produk atau Layanan, komponen yang dijual atau ditawarkan kepada pasar. Komponen ini bisa disebut sebagai front end karena komponen ini berada didepan. Komponen inilah yang berhadapan dengan masyarakat.
Partner, yaitu pihak yang ikut membantu dalam menjalankan bisnis.
Pelanggan, yaitu pihak yang akan menerima tawaran atau membeli produk dan layanan yang ditawarkan.

Manajemen

Manajemen suatu perusahaan adalah nyawa dari suatu perusahaan. Manajemen yang menentukan pertumbuhan atau kebangkrutan suatu perusahaan. Dengan adanya suatu pengelolaan dan manajemen yang baik maka suatu perusahaan akan mampu bertahan dari segala tekanan, kendala, dan rintangan yang ada. Bahkan akan berkembang menjadi lebih besar dan lebih baik lagi. Dalam mengelola perusahaan maka ada prinsip dan standarisasi dimana hal-hal tersebut akan sangat membantu perkembangan perusahaan bila diterapkan dengan baik. Prisip dan standar ini bukanlah nilai mutlak dalam kesuksesan suatu perusahaan. Tidak selamanya suatu perusahaan yang telah melakukan segala sesuatunya dengan baik akan sukses. Terkadang ada beberapa kendala atau halangan yang tidak dapat dihindari contohnya tertipu rekan kerja atau tertimpa bencana serta kendala-kendala lainnya. Berikut adalah beberapa prinsip dan standarisasi yang diharapkan mampu mendukung kemajuan dan perkembangan suatu perusahaan:

Perancanaan yang Matang 

Sebelum suatu perusahaan berdiri maka biasanya modal merupakan kendala awal yang harus dipenuhi sebelum perusahaan berjalan. Tidak selamanya modal besar pasti memberikan keuntungan besar. Pengelolaan modal yang efektif dan efisien akan memberikan keuntungan yang maksimal. Untuk kita kita harus melakukan perhitungan modal dan biaya yang diperlukan untuk operasional perusahaan dalam jangka beberapa waktu ke depan. Kita harus mampu memberikan anggaran yang aman untuk operasional perusahaan dalam beberapa waktu kedepan. Jadi bukan mengamankan anggaran hanya untuk hari ini dan besok. Dengan adanya pengamanan anggaran dalam jangka panjang maka perusahaan akan mampu bertahan bila mengalami kendala atau bencana yang sifatnya mendadak dan tidak diperhitungkan sebelumnya.
Dengan melakukan perencanaan dan perancangan perusahaan secara matang maka perusahaan akan siap menghadapi berbagai kendala dan rintangan karena telah diperhitungkan sebelumnya. Misalnya dalam membuat suatu produk maka kita harus melakukan penelitian terlebih dahulu mengenai pasar, konsumen, produk pesaing, dan kendala-kendala yang mungkin akan muncul agar produk kita tepat sasaran dan tidak gugur bila terkena berbagai tekanan dan kendala yang muncul. Saat ini penggunaan teknologi informasi dalam kegiatan bisnis mampu memudahkan dan mempercepat perencanaan perusahaan. Sistem yang digunakan disebut Enterprise Resource Planning(ERP) dimana sistem ini melakukan perencanaan dengan konsep Manajemen Operasional dengan suatu aplikasi yang terintegrasi. Beberapa kegiatan manajemen dapat terbantu dengan sistem ini seperti inventory management, financial management, reporting, manufacturing management, dan kegiatan lainnya.

 Sumber Daya Manusia yang Berkualitas, Loyal, dan Sejahtera.
 
Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas merupakan kunci penggerak perusahaan. Dengan adanya SDM yang mampu menggerakkan perusahaan dengan baik maka suatu perusahaan akan mampu berkembang dan melakukan bisnisnya dengan efektif dan efisien. SDM yang berkualitas tidaklah cukup untuk menjalankan perusahaan dalam jangka panjang. Diperlukan loyalitas pegawai terhadap perusahaan tempat dimana dia bekerja. Dengan membangun hubungan emosional antara perusahaan dan pegawainya maka seorang pegawai akan berusaha semaksimal mungkin memberikan kontribusi terbaik buat perusahaan. Tanpa adanya hubungan emosional antara perusahaan dan pegawai maka pegawai hanya menjalankan kewajibannya tanpa memberikan seluruh kemampuannya untuk perusahaan. Bila kewajibannya telah dilakukan maka dia hanya akan berjalan ditempat tanpa memberikan inovasi, kreatifitas, dan ide cemerlang yang sebenarnya bisa dilakukan bila pegawai memiliki ikatan emosional yang membuat dia ingin ikut membangun dan mengembangkan perusahaan menjadi lebih baik.
Sumber daya manusia yang berkualitas, dan loyal belum tentu dapat memberikan kontribusi terbaik yang dimilikinya. Manusia yang memiliki kebutuhan tentu akan berusaha agar dapat memenuhi segala kebutuhannya. Bila seorang pegawai merasa bahwa penghasilan yang dimilikinya tidak memenuhi kebutuhannya maka tentu dia akan berusaha untuk mencari jalan agar dapat memenuhi seluruh kebutuhannya. Bila hal ini terjadi maka pegawai mencari kerja sampingan yang akan menyita waktu, pikiran, dan tenaganya sehingga ia tidak dapat memberikan kemampuannya secara maksimal pada perusahaan. Mengapa terkadang beberapa perusahaan melakukan meeting, atau penyusunan anggaran di hotel padahal kantor mereka memiliki fasilitas yang sama dengan hotel? Mungkin buat sebagian orang hal ini adalah pemborosan, tapi dampak baiknya adalah para peserta meeting atau rapat akan lebih berkosentrasi dan memberikan pemikiran mereka secara maksimal tanpa terganggu oleh masalah lainnya seperti macet di perjalanan ke kantor, permasalahan di rumah, dan kendala-kendala di luar perusahaan. Dengan adanya dukungan dari perusahaan agar pegawai tidak dipusingkan oleh hal-hal lain diluar perusahaan maka pegawai diharapkan dapat memberikan kontribusi maksimal buat perkembangan perusahaan.
 
Manager yang Terbuka, Tegas, dan Demokrat
 
Kepemimpinan seorang manager merupakan penunjuk jalan yang benar bagi perusahaan. Mereka adalah nakhoda kapal yang akan menentukan apakah perusahaan akan mencapai tujuan atau tidak. Jiwa kepemimpinan yang berwibawa harus dimiliki oleh seorang manager perusahaan, namun dengan wibawa bukan berarti bersikap tertutup terhadap pegawainya. Justru sikap terbuka seorang pemimpin yang mau menerima masukan dan saran dari bawahannya akan membantu seorang manager dalam memimpin perusahaan atau departement yang dibawahinya. Ketegasan dalam memimpin dan mengambil keputusan sangat diperlukan oleh seorang manager, karena di tangan mereka keputusan akan jalan yang ditempuh oleh perusahaan akan menentukan perkembangan dan operasional perusahaan. Manager juga harus dapat mempertanggung jawabkan keputusan mereka di depan direksi tidak melulu menyalahkan bawahan yang tidak becus melakukan perintahnya. Sebaiknya setiap pengambilan keputusan melibatkan banyak pihak, baik itu bawahan ataupun pihak lain yang terkait. Dengan adanya masukan dari yang lain maka manager dapat mempertimbangkan dan mengambil keputusan yang tepat dan memuaskan banyak pihak.
Hubungan antara manager dan bawahan juga harus baik dan terjaga. Sebisa mungkin ada hubungan 2 arah antara manager dan bawahan, bukan hubungan searah dimana manager terus-terusan memberi perintah kepada bawahan tanpa mau mendengar keluhan dan perasaan bawahannya. Bila ada hubungan harmonis seperti keluarga dalam suatu perusahaan maka akan tercipta team kerja yang solid dan kuat dalam menjalankan perusahaan.
     
Lingkungan Kerja yang Nyaman dan Mendukung
 
Seorang pekerja menghabiskan hampir setengah hidupnya dalam sehari berada di kantor. Sehingga kantor merupakan tempat kedua setelah rumah yang menjadi tempat terlama dimana pekerja berada. Untuk itu lingkungan kantor yang nyaman, kondusif, dan mendukung pekerjaan mutlak diperlukan. Lingkungan kerja bukan berarti hanya kantor saja, akan tetapi termasuk suasana kerja, dan hubungan antar pegawai perusahaan. Bila salah satu bagian dari lingkungan kerja tersebut ada yang membuat tidak nyaman seorang pekerja maka akan berdampak terhadap menurunnya kinerja dan kontribusi pegawai tersebut terhadap perusahaan.
Kantor adalah tempat bekerja dimana kenyamanan kantor bergantung pada kebersihan, kerapian, ketenangan, keindahan, suhu dan udara yang sesuai, serta tata letak furniture dan ruangan yang baik. Perangkat kerja yang mendukung juga perlu diperhatikan. Jangan memaksakan penghematan terhadap perangkat kantor yang dapat menghambat pekerja. Beberapa perusahaan terkadang mempertahankan komputer tua yang suka crash dengan alasan masih dapat dipakai padahal justru kelambatan dan tuanya perangkat membuat waktu bekerja dan terkadang menghambat pekerja pada saat perangkat tua tersebut rusak. Kantor yang nyaman akan membuat pegawai betah dan tidak terburu-buru ingin meninggalkan kantor sehingga pekerja lebih berkosentrasi dalam melakukan pekerjaannya. Suasana kekeluargaan di kantor perlu dibina agar pegawai merasa sebagai bagian dari perusahaan dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap perusahaan untuk menjaga nama baik perusahaan. Jangan sampai ada sifat iri, sinis, atau ada pertikaian antar pegawai karena akan mengganggu pekerjaan dan kinerja perusahaan.
Perlu diperhatikan juga bagaimana pegawai berangkat dan pulang dari kantor. Bila pegawai tinggal terlalu jauh dari kantor maka perlu dipikirkan bagaimana bila terkendala macet dan terlambat sampai dikantor. Ada baiknya perusahaan menyediakan jemputan karyawan karena selain membantu karyawan juga akan mengakrabkan karyawan karena ada waktu bercerita dalam perjalanan dari atau ke kantor.


Terbuka dan Selalu Belajar
Perkembangan dunia bisnis begitu cepat. Begitu banyak bidang yang mendukung suatu bisnis misalnya bidang teknologi informasi. Begitu banyak perubahan yang terjadi diluar perusahaan, karena itu kita tidak boleh tertutup dan harus berusaha menerima perubahan yang ada. Dengan selalu mempelajari perubahan dan perkembangan maka suatu perusahaan akan dapat bersaing dengan perusahaan lain dan tidak tertinggal oleh tren dan perkembangan yang terus berjalan. Perusahaan harus mempelajari dan menerapkan berbagai perkembangan dan perubahan yang mampu memberikan manfaat yang efektif dan efisien bagi perusahaan. Dengan demikian maka perusahaan akan selalu dapat berkembang, dan berjalan seiring dengan perubahan dan perkembangan yang ada.

Manajemen Proses Bisnis
Iklim kompetisi menuntut tidak saja barang dan jasa yang berkualitas tetapi juga kecepatan layanan disamping harga yang murah. Untuk dapat mencapai taraf kompetitif seperti ini, organisasi mau tidak mau harus inward looking dengan mengoptimalkan operasi bisnis di tiap lininya, memperbaiki dan menstabilkan kualitas dan reliabilitas sistem. Optimalisasi ini mencakup kelengkapan kendali proses, solusi jangka panjang yang berkelanjutan, minimalisasi tidak saja error tetapi juga limbah dan pengerjaan ulang, efisiensi waktu, dan penghapusan aktivitas yang tidak memberi nilai tambah.

Siklus dari inisiatif perbaikan proses secara garis besar terbagi dalam tiga aktivitas utama, discovery and design, deploy and execute, dan monitor and control. Discovery dimulai dengan mengidentifikasi keperluan dari proses tersebut. Mulai dari pendorong, tata nilai, strategi, sampai hasil dari bisnis organisasi. Identifikasi ini akan mendukung “raison d’etre” dari proses tersebut. Selanjutnya identifikasi tadi diikuti oleh inventarisasi dari proses yang sudah berjalan baik itu proses utama maupun proses pendukung. Inventarisasi ini lebih bersifat memotret bagaimana alur kerjanya, berapa biaya yang diperlukan, siklus waktunya dan lain sebagainya. Selain itu perlu dipetakan, apakah suatu proses memberikan nilai tambah atau tidak.

Kategorisasi hasil value analysis ini bermanfaat untuk menentukan skala prioritas dalam perbaikan proses. Bahkan, bilamana perlu proses yang tidak memberi nilai tambah sejak tahap ini dapat segera dipangkas. Hanya saja perlu pertimbangan masak-masak sebelum memangkasnya. Tetapi juga tidak berarti harus berlama-lama membiarkan proses yang tidak mendatangkan nilai tambah ini semakin menjadi beban. Ibarat membiarkan barang yang sebetulnya tidak terpakai tapi dibuang sayang justru menjadikannya sampah yang membebani.

Hasil inventarisasi tadi ditindaklanjuti dengan menentukan siapa yang selanjutnya bertanggung jawab terhadap suatu proses (process ownership). Tanggung jawab pertama dari pemilik proses ini adalah membangun dan menanamkan kultur perbaikan berkelanjutan. Dengan semangat perbaikan berkelanjutan, sebagai standar parameter ditentukan indikator kinerja dari proses yang mencakup aspek waktu, biaya, dan kualitas. Kriteria dari standar ini dibuat jelas, terukur, dan dapat dijangkau. Sehingga berdasarkan standar tadi dapat dilakukan penilaian seberapa jauh kesenjangan kinerja dari proses yang selama ini berjalan. Root cause analysis dapat dilakukan untuk mendapatkan faktor apa saja yang menjadi pemicunya. Dengan diketahuinya faktor pemicu ini peluang bagi perbaikan dapat diidentifikasi, apakah itu melalui adopsi teknologi, perbaikan praktek manajemen, perbaikan alur kerja, atau yang lainnya.

Tahap selanjutnya adalah desain model baru yang mampu mengoptimalkan kinerja dari proses bisnis sesuai dengan karakteristik yang telah ditemukan. Belajar dari pengalaman pihak lain melalui benchmark dengan “best practices” dari industri terkait akan membantu keluar dari inward looking trap, mengurangi resiko dan biaya serta menjaga perusahaan tetap berada dalam rel menuju pemenangan kompetisi.

Sebelum diimplementasikan, model baru tersebut disimulasikan, sebagai eksperimen terhadap perubahan yang terjadi, seberapa sukses perbaikan desain ini berjalan. Simulasi ini secara operasional akan mereduksi resiko dengan mengantisipasi kekurangan dari model yang baru. Jika simulasi berhasil maka model tersebut dapat diimplementasikan sambil dimonitor dengan analisa dan pengontrolan terhadap hasilnya. Masih dalam semangat dan siklus perbaikan berkelanjutan.

Dalam setiap tahapan ini, sumber daya manusia memegang peranan sangat vital, baik dalam perannya sebagai Process Designer, Process Executor, maupun Process Manager. Dengan demikian pelatihan secara berkesinambungan dan dilaksanakan secara lintas sektoral sangat diperlukan untuk meningkatkan kompetensi mereka. Selain itu pemahaman mengenai persepsi karyawan menjadi menu wajib bagi perusahaan. Kebanggaan sebagai karyawan yang merasa ketrampilannya bernilai sebagai aset perusahaan haruslah mendapat perhatian yang proporsional. Kebanggaan dan perasaan berharga ini dapat meningkatkan engagement karyawan terhadap perusahaan dan dapat menjadi tali emosional yang sangat kuat untuk memacu motivasi internal. Membuatnya ’menikmati’ bekerja setiap hari dan merasakan bagaimana hasil kerjanya memberi nilai tambah bagi pelanggan. Jika seorang karyawan ’menikmati’ pekerjaannya tentu akan menumbuhkan kerelaan dalam melaksanakan tugas-tugasnya dengan sepenuh hati. Ketulusan dalam melayani pelanggan eksternal maupun internal akan meningkatkan kualitas layanan itu.

Tentu saja orientasi pelanggan ini tidak bisa dilupakan dalam manajemen proses bisnis, karena pelangganlah yang akan menentukan apakah nilai tambah dari perbaikan proses ini bermakna atau tidak. Pelanggan tidak mau tahu dengan proses, mereka hanya akan melihat keluarannya.