TUGAS PENGANTAR
BISNIS
PROPOSAL USAHA
“GARASI NASGOR”
Oleh :
1.
CHRISTIN
WIDYA PUSPITA (01215151)
2.
MELINDA
MEGA PUSPITA (01215144)
3.
AYU
DEVY R (01215165)
Program Studi S1
Manajemen
Fakultas Ekonomi
Universitas Narotama Surabaya
Tahun 2016
Kata
Pengantar
Puji syukur kami panjatkan
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan
hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Proposal Profil Usaha Bisnis. Dan juga kami
berterima kasih pada Ibu Hj.I.G.A.Aju Nitya Dharmani,SST,SE,MM. Selaku Dosen
mata kuliah Pengantar Bisnis Universitas Narotama Surabaya yang telah
memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam
rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai proposal profil usaha
bisnis yang sangat berpengaruh dalam efektifitas dan efisiensi keberhasilan
sebuah aktifitas dalam perusahaan.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi
siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat
berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon
maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon
kritik dan saran yang membangun dari Anda demi perbaikan makalah ini di waktu
yang akan datang.
Surabaya, Mei 2016
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Di zaman yang modern
dan global ini, tentu banyak sekali makanan – makanan yang dijual dengan
beraneka ragam, baik itu makanan ringan atau makanan-makanan yang dijual
direstaurant. Semua makanan itu dijual dengan harga yang berbeda-beda
disesuaikan dengan komposisi dari bahan – bahan makanan tersebut. Untuk itu
orang-orang pasti memilih makanan yang bisa membuat perut kenyang dan harganya
pun tidak sampai menguras kantung. Salah satu makanan yang mudah dijangkau,
harganya pun relative murah dan tentunya dapat membuat perut menjadi kenyang
adalah nasi goreng. Komposisi dari nasi goreng ini cukup sederhana, bahan-bahan
pembuatanya pun mudah didapatkan dipasar. Disamping itu usaha menjual nasi
goreng untungnya cukup lumayan kerena banyak orang yang berminat. Menjual nasi
goreng tidak harus membutuhkan tempat yang luas ataupun megah, tetapi cukup
tempat yang sederhana walaupun kecil tapi kebersihanya terjaga. Kebersihan
adalah hal yang utama karena pelanggan akan merasa nyaman dan suka membeli nasi
goreng ditempat kita jika tempat kita bersih dan nyaman. Disamping itu penulis
juga harus memerhatikan rasa dari nasi goreng produk penulis. Agar pelanggan
tidak bosan dengan nasi goreng produk penulis. Penulis mempunyai kreatifitas
sendiri untuk mengubah nasi goreng yang asalnya biasa saja menjadi nasi goreng
yang special. Baik ini diubah dari tatanan penyajianya ataupun rasa dari nasi
goreng itu sendiri. Rasa nasi goreng itu
dibuat berbeda ada yang pedas, sedang dll. Semua itu disesuaikan dengan selera
pelanggan. Disamping menjual nasi goreng. Penulis juga menjual es yang menjadi
pasangan dari nasi goreng itu. Es yang dijualkan juga berbeda-beda, rasanya ada
es the manis, juice, teh botol dan ynag lainya. Semua itu disiapkan agar
pelanggan merasa puas dengan pelayanan yang disediakan. Dan cara melayani harus
sabar dan pengertian terhadap pelanggan, atau apa yang diinginkan pelanggan
tersebut.
1.2
TUJUAN
Ø
Proposal ini di buat untuk memenuhi
tugas mata kuliah pengantar bisnis
Ø
Inisiatif wirusaha sebagai pemilik
usaha dalam membuka usaha
Ø
Memajukan kehidupan masyarakat dan
memperbaiki ekonomi masyarakat
Ø
Menjadikan mahasiswa lebih kreatif
dan inovatif tentang berwirausahan
Ø
Melatih mahasiswa agar dapat berwirausaha
dengan baik
Ø
Menambah pengalaman dan pengetahuan
tentang berwirausaha
BAB II
ISI
2.1Profil Usaha

Nama Perusahaan : “GARASI NASGOR”
Nama Pemilik : Jaya Anugrah
Alamat Perusahaan : Jl. Ngagel Jaya Selatan 69
Surabaya
No. Telp : +6281235550059
Bidang Usaha : Kafe
Instagram :@garasinasgorsby
Open Daily : 16.30 – 22.00 jumat
libur
Jumlah Karyawan : 4 orang
Garasi
Nasgor adalah sebuah cafe nasi goreng yang menjual berbagai macam nasi goreng
dan mie goreng beraneka rasa. Garasi nasgor mengambil konsep bertema garasi
karena awal mula ia memanfaatkan garasi rumahnya untuk menjual nasi goreng.
2.2 Jenis Produk
2.2.1
Menu Makanan
Fried Rice
Spices
-
Nasgor Original Rp
13.000,00
-
Garasi Nasgor Rp
15.000,00
-
Nasgor Pedes Rp
15.000,00
-
Nasgor Teri Rp
15.000,00
-
Nasgor Tauge Rp
15.000,00
-
Nasgor Krengsengan Rp
15.000,00
-
Nasgor Mawut Rp
15.000,00
Chicken Fried
Rice With Sauce
-
Nasgor Chicken BBQ (Grill/Crispy) Rp 18.000,00
-
Nasgor Chicken Mushroom
(Grill/Crispy) Rp 18.000,00
-
Nasgor Chicken Teriyaki
(Grill/Crispy) Rp 18.000,00
-
Nasgor Chicken Blackpaper
(Grill/Crispy) Rp 18.000,00
-
Nasgor Chicken Curry
(Grill/Crispy) Rp 18.000,00
-
Nasgor Sosis Smoked Beef Rp 18.000,00
-
Nasgor Kornet Keju Rp
18.000,00
Fried Rice
With Crispy Mushroom Sauce
-
Nasgor Jamur Crispy BBQ Rp 18.000,00
-
Nasgor Jamur Crispy With Sauce
Mushroom Rp 18.000,00
-
Nasgor Jamur Crispy Blackpaper Rp 18.000,00
-
Nasgor Jamur Crispy Teriyaki Rp 18.000,00
-
Nasgor Jamur Crispy Curry Rp 18.000,00
Noodle &
Vegetables
-
Mie Goreng Rp
13.000,00
-
Mie Kuah Rp 13.000,00
-
Mie Goreng Merah Rp
13.000,00
-
Mie Kuah Merah Rp
13.000,00
-
Tamie Cap Jay Rp
18.000,00
-
Mie Siram Rp 18.000,00
-
Cap Jay Goreng Rp
18.000,00
2.2.2
Menu Minuman
HOT
-
Tea Rp
4.000,00
-
Jeruk Manis Rp
5.000,00
-
Teh Tarik Rp 6.000,00
Cold
-
Ice Tea Rp
4.000,00
-
Ice Jeruk Manis Rp 5.000,00
-
Ice Tea Tarik Rp
6.000,00
-
Ice Cappucino Rp
8.000,00
-
Ice Chocolate Rp
8.000,00
-
Ice Green Tea Matcha Rp 8.000,00
-
Ice Red Velvet Rp
8.000,00
2.3 Cara Pembuatan
1.
Haluskan cabe, bawang merah, bawang putih, garam dan bumbu lainya.
2.
Panaskan minyak goreng, tumis bumbu haluss ampai harum
3.
Masukkan telur, ayaam, dan sayuran
4.
Masukkan nasi putih dan makanan tambahan.
5.
Tambahkan saus tomat lalu aduk terus hingga benar-benar rmerata
6.
Siapkan piring saji dan sajikan.
BAB III
ASPEK
PEMASARAN PRODUK
3.1 Profil Para Konsumen yang
Akan Dituju
Profil konsumen yang akan kami tuju
yaitu mulai dari masyarakat, karyawan kantor, anak-anak, remaja, dewasa dll.
3.2 Potensi Pasar
3.2.1
Lokasi daerah pemasaran
Dalam lokasi pemasaran tentunya
penulis memilih tempat yang strategis, karena agar dapat berpengaruh dalam
penghasilan penjualan suatu usaha
tepatnya didaerah Jl Ngagel Jaya Selatan 69
Surabaya
3.2.2
Potensi pemasaran
Jumlah
potensi pemasaran dalam perusahaan ini yaitu :
ü Individu 50%
ü Keluarga 25%
ü Instansi /
lembaga / perusahaan 25%
3.3 Strategi promosi
Dalam
perintisan usaha ini, penulis memiliki beberapa strategi promosi yaitu :
§ Melalui Media Sosial
§ Membuat
spanduk
§ Membuat
brosur – brosur
3.4
Sistem
penjualan produk
Sistem
penjualan produk pada usaha ini adalah menggunakan system penjualan secara
langsung tanpa perantara, karena usaha yang saya kelola adalah usaha
perseorangan
BAB IV
ASPEK KEUNTUNGAN DAN PERMODALAN
1.
Sumber Modal
Modal
Sendiri Rp.
50.000.000
Peralatan :
-
Meja 6 x Rp 200.000 Rp 1.200.000
-
Kursi 30 x Rp 90.000 Rp 2.700.000
-
Kompor 3 x Rp 350.000 Rp
1.050.000
-
Tabung LPG 3 x 100.000 Rp 300.000
-
Mesin Kasir Rp
5.000.000
-
Lukisan Rp 3.500.000
-
Spanduk Rp 500.000
Rp 14.250.000
Perlengkapan
:
-
Perlengkapan Dapur Rp 7.500.000
-
Perlengkapan Bar Rp 6.000.000
-
Perlengkapan Kasir Rp 3.000.000
Rp 16.500.000
v Biaya Harian
·
Bahan Baku Rp. 700.000
·
Transportasi Rp. 20.000
·
Biaya Tak Terduga Rp. 30.000
·
Biaya lain-lain Rp. 25.000 +
Rp. 775.000,-
v Biaya Bulanan
·
Bahan Baku 26
x Rp 500.000 Rp. 13.000.000
·
Transportasi 26 x Rp. 20.000 Rp 520.000
·
Biaya Tak Terduga 26 x Rp. 30.000 Rp 650.000
·
Listrik Rp. 230.000
·
Air Rp. 50.000
·
Gaji Karyawan 4 x Rp 1.200.000 Rp. 4.800.000 +
Rp 19.250.000
2. RUGI DAN LABA
Pendapatan
perhari = Harga produk x Banyak produk
Rp 15.000 x 125
RP 1.875.000,00
Pendapatan perbulan = Pendapatan perhari
x 26 hari
Rp 1.875.000 x 26
Rp 48.750.000,00
Laba
: Pendapatan – Biaya (perbulan)
Rp
48.750.000,00 – Rp 19.350.000
Rp 29.400.000
BAB V
ANALISIS
S.W.O.T
Analisis pasar ini dilakukan untuk
mengenal tingkat kesiapan atau keseluruhan fungsi usaha yang diperlukan untuk
mencapai sasaran yang telah ditetapkan, jadi dalam mendirikan suatu usaha harus
diadakannya analisis pasar yaitu :
a.
Adanya
kekuatan ( Strenght )
ü
Memiliki konsep yang unik
ü
Bahan baku mudah didapat.
ü
Modal yang cukup
ü
Harga yang ditetapkan cukup memadai.
ü
Produk yang dijual merupakan jenis
produk yang disukai untuk kalangan masyarakat.
ü
Adanya keahlian yang berbeda.
ü
Berani mengambil resiko.
b.
Adanya
kelemahan ( Weakness )
ü
Mudah Basi
Solusi : Disesuaikan dengan
persediaannya dengan pemakaian dan pembelian.
ü
Sirkulasi udara antara dapur
dengan meja pelanggan berdekatan
Solusi : Adanya ruang tersendiri
untuk dapur
ü
Tidak adanya seragam. Jadi sulit
untuk membedakan antara karyawan dengan pelanggan.
Solusi : harusnya mengenakan
seragam
c.
Adanya
peluang usaha ( Opportunity )
ü
Adanya kebutuhan dan keinginan
konsumen dapat dipenuhi.
ü
Konsekuensi terhadap pesanan
konsumen dapat dipercayai.
ü
Berlokasikan ditempat yang cukup
strategis.
d.
Adanya
ancaman dan pemasaran produk ( Treath )
ü
Adanya pesaing
Solusinya: Usaha kita harus melebihi
pesaing, misalnya dalam segi pelayanan harus lebih ditingkakan supaya konsumen
selalu berdatangan ke toko kita.
ü
Selera konsumen berubah – rubah
Solusinya: memberikan inovasi –
inovasi baru.
ü
Perubahan bahan baku tidak menentu.
Solusi : menetapkan harga yang
sesuai atau diadakannya harga heran, potongan harga dihari tertentu.
BAB IV
PENUTUP
1. KESIMPULAN
Dengan selesainya penyusunan
proposal usaha ini penulis dapat menarik kesimpulan bahwa dalam pembuatan atau penyusunan
proposal usaha hendak nya kita harus mengumpulkan data-data yang valid dan
selengkap mungkin agar dalam penyusunan proposal usaha kita tidak mengalami kesulitan.Dan dengan ada nya tugas penyusunan
proposal ini penulis dapat mengetahui cara mengelola usaha nasi goreng dengan
baik.
2.
SARAN
Semoga proposal ini dapat memberi motivasi
wirausahawan baru untuk mendirikan usaha dan lebih kreatif untuk membuka usaha
baru yang mempunyai masa depan bagus. Jaga kualitas nasi goreng, harus menerima
kritik dan saran dari orang lain dengan lapang dada, karena hal itu dapat
membangun serta menyukseskan usaha kita. Jangan mudah menyerah dalam mendirikan
usaha dan harus tekun serta gigih dalam bekerja. Belajarlah dari kesalahan dan
kegagalan.
