Rabu, 02 November 2016

Wisuda Sarjana Ke-42 dan Pascasarjana Ke-30

Wisuda Sarjana Ke-42 dan Pascasarjana Ke-30
 


10 Oktober 2016, 19:51:44

Universitas Narotama (UNNAR) menggelar Wisuda Sarjana Ke-42 dan Pascasarjana Ke-30 bagi mahasiswa yang lulus pada Semester Gasal TA 2016-2017 dalam Rapat Terbuka Senat UNNAR yang berlangsung pada Minggu, 9 Oktober 2016 pukul 18.00 WIB di Grand Ballroom Shangri-La Hotel Surabaya.
Acara diawali sambutan oleh Rektor UNNAR Hj. Rr. Iswachyu Dhaniarti DS, ST, M.HP yang dilanjutkan sambutan oleh Ketua Dewan Penyantun UNNAR Dr. H. Rasiyo, M.Si, kemudian pembekalan untuk para wisudawan oleh Koordinator Kopertis Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA.
Rektor Hj. Rr. Iswachyu Dhaniarti DS, ST, M.HP memaparkan perjalanan UNNAR dalam mendedikasikan yang terbaik untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Tantangan, perubahan, dan dinamika di era internasional saat ini telah mentransformasi UNNAR menjadi kampus yang berorientasi global berprinsip nasionalisme, didukung dengan sistem operasi yang efektif dan efisien serta ramah lingkungan. Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI mengumumkan bahwa UNNAR menduduki peringkat 56 terbaik secara nasional diantara 4.200-an PTN dan PTS di Indonesia.
Dr. H Rasiyo, M.Si mendukung UNNAR yang memiliki local genius tentang usaha mikro kecil menengah (UMKM). Beliau mengingatkan kepada para wisudawan untuk mempersiapkan diri dalam memasuki masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) dengan ilmu dan keterampilan yang mereka peroleh selama kuliah. UNNAR telah memberikan bekal yang cukup untuk menghadapi era tersebut. Pertumbuhan UMKM di Indonesia yang telah terhubung dengan bank sangat penting dalam peningkatan perekonomian masyarakat. Setelah lulus diharapkan mereka menjadi pencipta lapangan kerja untuk diri sendiri dan orang lain, daripada menjadi pelamar kerja yang sudah tentu peluangnya sangat terbatas.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA mengapresiasi perkembangan UNNAR yang saat ini telah mengalami kemajuan sangat pesat. Beliau berpesan agar sumberdaya manusia terus ditingkatkan kualitasnya untuk menjaga ritme `kecepatan` yang tinggi dalam mencapai tujuan kampus unggul dengan visi global. Selain itu, para wisudawan harus bangga dapat kuliah hingga lulus sebagai alumni UNNAR yang kini sudah terakreditasi BAN PT dengan predikat B, dan kini sedang dalam proses akselerasi dari B untuk menjadi terakreditasi A. [N]
Foto: Koordinator Kopertis Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA memberikan pembekalan kepada para wisudawan di Grand Ballroom Shangri-La Hotel Surabaya, Minggu (9/10). 

https://www.narotama.ac.id/index.php/detil//1013/Wisuda_Sarjana_Ke-42_dan_Pascasarjana_Ke-30.html

Seminar Live Hacking: Kejahatan di Dunia Maya

Seminar Live Hacking: Kejahatan di Dunia Maya 


02 November 2016, 09:38:47

Sasaran kejahatan dunia maya (cybercrime) semakin meluas seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Tindakan yang mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer ini sekarang bukan lagi hanya menyasar individu atau perusahaan. Kejahatan dunia maya kini sudah mengarah terhadap sistem pertahanan dan keamanan suatu Negara.
Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Narotama (UNNAR) mengadakan seminar tentang “Live Hacking: Kejahatan di Dunia Maya” pada Kamis, 27 Oktober 2016. Para pembicara adalah Trainer Profesional Tim Bela Negara, Kementerian Pertahanan dan Keamanan Republik Indonesia. Materi seminar meliputi hacking web, backdoor, malware android, dan hacking infrastructure.
Dekan FIK UNNAR Cahyo Darujati, ST, MT mengatakan, kegiatan seminar tersebut untuk menambah wawasan mahasiswa tentang kejahatan di dunia maya dan bagaimana upaya yang harus mereka lakukan supaya dirinya tidak menjadi korban kejahatan dunia maya. Selain itu juga mendidik mahasiswa mampu melakukan bela Negara, khususnya yang berhubungan dengan kejahatan di dunia maya. [nar]
Foto: Seminar tentang “Live Hacking: Kejahatan di Dunia Maya” berlangsung pada Kamis, 27 Oktober 2016. 

https://www.narotama.ac.id/index.php/detil//1023/Seminar_Live_Hacking:_Kejahatan_di_Dunia_Maya.html

BAN PT Visitasi Prodi Manajemen

BAN PT Visitasi Prodi Manajemen 



22 Oktober 2016, 07:45:29

Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) melakukan visitasi lapangan terhadap Program Studi (Prodi) Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Narotama (UNNAR) pada Rabu, 19 Oktober 2016. Tim Asesor BAN PT terdiri atas Prof. Dr. Mahlia Muis, SE, M.Si (UNHAS) dan Dr. Dian Indiyati, SH, SE, MSi (UNJANI).
Tim Asesor BAN PT melakukan proses verifikasi data untuk akreditasi Prodi Manajemen kepada pejabat terkait yaitu Dekan FEB Prof. Dr. Soebandi, SE.Ak, CPA dan Kaprodi Manajemen I Gede Arimbawa, SE, MM.
Hadir dalam visitasi tersebut, Rektor UNNAR Hj. Rr. Iswachyu Dhaniarti DS, ST, M.HP, Dr. Arasy Alimudin, SE, MM (Wakil Rektor I), Dr. Sri Wiwoho Mudjanarko, ST, MT (Ketua LPPM), Dr. Reswanda T Ade, MM (wakil dekan FEB), Ir. Rr. Hermien Tridayanti, MM (Kepala Badan Penjaminan Mutu), Miftakhul Huda, SH, MH (Direktur SDM), Andi Pontjo Wiyono, SH, MH (Direktur Kemahasiswaan) dan Agus Sukoco, ST, MM (Manajer Keuangan).
Tim Asesor BAN PT memeriksa dokumen akreditasi yang berupa evaluasi diri dan borang Prodi Manajemen serta borang unit pengelola prodi yang dinilai melalui tujuh standar, yaitu: (1) visi, misi, tujuan, dan sasaran, serta strategi pencapaian; (2) tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan dan penjaminan mutu; (3) mahasiswa dan lulusan; (4) sumber daya manusia; (5) kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik; (6) pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi; dan (7) penelitian, pelayanan/pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama. [nar]
Foto: Tim Asesor BAN PT Prof. Dr. Mahlia Muis, SE, M.Si menyerahkan hasil visitasi Prodi Manajemen kepada Dekan FEB Prof. Dr. Soebandi, SE.Ak, CPA di Ruang Rapat Gedung D, Rabu (19/10). 

https://www.narotama.ac.id/index.php/detil//1019/BAN_PT_Visitasi_Prodi_Manajemen_.html


Tugas CP1 Matkul TIK

Pengertian Fungsi dan Tujuan Manajemen Keuangan

Pengertian Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan adalah segala kegiatan atau aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana cara memperoleh pendanaan modal kerja, menggunakan atau mengalokasikan dana, dan mengelola aset yang dimiliki untuk mencapai tujuan utama perusahaan. 

Tujuan Manajemen Keuangan

Tujuan utama Manajemen Keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai yang dimiliki perusahaan atau memberikan nilai tambah terhadap asset yang dimiliki oleh pemegang saham.

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan terdiri dari:
  1. Keputusan Pendanaan, meliputi kebijakan manajemen dalam pencarian dana perusahaan, misalnya kebijakan menerbitkan sejumlah obligasi dan kebijakan hutang jangka pendek dan panjang perusahaan yang bersumber dari internal maupun eksternal perusahaan.
  2. Keputusan Investasi, Kebijakan penanaman modal perusahaan kepada aktiva tetap atau Fixed Assets seperti gedung, tanah, dan peralatan atau mesin, maupun aktiva finansial berupa surat-surat berharga misalnya saham dan obligasi atau aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva.
  3. Keputusan Pengelolaan Aset, Kebijakan pengelolaan aset yang dimiliki secara efisien untuk mencapai tujuan perusahaan.
Artikel lainnya: Pengertian Akuntansi Keuangan & Standarisasi Pelaporan

Pengertian Fungsi dan Tujuan Manajemen Keuangan


Fungsi Manajemen Keuangan

Fungsi utama Manajemen Keuangan adalah sebagai berikut:
  1. Planning atau Perencanaan Keuangan, meliputi Perencanaan Arus Kas dan Rugi Laba.
  2. Budgeting atau Anggaran, perencanaan penerimaan dan pengalokasian anggaran biaya secara efisien dan memaksimalkan dana yang dimiliki.
  3. Controlling atau Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan perusahaan.
  4. Auditing atau Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar sesuai dengan kaidah standar akuntansi dan tidak terjadi penyimpangan.
  5. Reporting atau Pelaporan Keuangan, menyediakan laporan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan dan analisa rasio laporan keuangan. 

Analisa Rasio Keuangan

Alat analisis yang sering digunakan untuk mengetahui kondisi dan prestasi keuangan perusahaan. Tolak ukurnya biasanya dengan membandingkan kenaikan atau penurunan prestasi antara dua laporan posisi keuangan pada dua periode waktu tertentu.

Analisa Rasio Keuangan yang umum dipakai dikelompokkan sebagai berikut:
  1. Liquidity Ratio, nilai rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajiban finansial dalam jangka pendek. Laporan berupa analisa Current Ratio dan Working Capital to Total Asset (WCTAR).
  2. Leverage Ratio , rasio untuk menilai seberapa besar dana yang diberikan oleh pemegang saham atau owner  dibandingkan dengan dana yang diperoleh dari pinjaman dari dari pihak kreditur. Laporan berupa Total Debt to Assets  (DAR),  Total Debt to Equity (DER).
  3. Activity Ratio, rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam menggunakan sumber dayanya. Semua rasio aktifitas melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada berbagai jenis aset yang dimiliki. Laporan analisa berupa Total Asset Turn Over (ATO), Working Capital Turn Over (WCTO), Total Equity to Total Asset (EA).
  4. Rentability Ratio, rasio ini digunakan untuk menilai tingkat efektifitas manajemen yang dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan. Laporan analisa berupa Return on Equity (ROE), Return on Assets (ROA), Earning Power of to Total Invesment (EPTI), Gross Profit Margin(GPM), dan Operating Income (OI).

Tugas CP1 Matkul TIK

Manajemen Bisnis – Prinsip dan Standarisasi Manajemen Perusahaan

Management Bisnis

Bisnis merupakan kegiatan dalam menjual produk atau jasa agar memberikan keuntungan bagi pemiliknya. Bisnis merupakan kegiatan beresiko memberikan kerugian baik dari segi material atau non-material. Namun bila berhasil maka akan memberikan keuntungan dan kesejahteraan bagi pemiliknya. Agar terhindar dari resiko bisnis maka bisnis harus dijalankan dengan tepat dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang serius dan mantap. Bisnis terdiri atas beberapa komponen penting yang saling mendukung dan melengkapi. Bila salah satu komponen gagal maka akan mengganggu komponen lain. Berikut adalah komponen-komponen bisnis tersebut:

Manajemen, yaitu bagian yang merencanakan, mengelola, dan menjalankan bisnis. Komponen ini bisa disebut sebagai backend yaitu komponen yang berada di belakang layar.
Kekuatan brand atau image, yaitu karisma, kekuatan emosional yang dimiliki oleh perusahaan dan merupakan pandangan/perasaan masyarakat terhadap perusahaan atau produk. Produk atau Layanan, komponen yang dijual atau ditawarkan kepada pasar. Komponen ini bisa disebut sebagai front end karena komponen ini berada didepan. Komponen inilah yang berhadapan dengan masyarakat.
Partner, yaitu pihak yang ikut membantu dalam menjalankan bisnis.
Pelanggan, yaitu pihak yang akan menerima tawaran atau membeli produk dan layanan yang ditawarkan.

Manajemen

Manajemen suatu perusahaan adalah nyawa dari suatu perusahaan. Manajemen yang menentukan pertumbuhan atau kebangkrutan suatu perusahaan. Dengan adanya suatu pengelolaan dan manajemen yang baik maka suatu perusahaan akan mampu bertahan dari segala tekanan, kendala, dan rintangan yang ada. Bahkan akan berkembang menjadi lebih besar dan lebih baik lagi. Dalam mengelola perusahaan maka ada prinsip dan standarisasi dimana hal-hal tersebut akan sangat membantu perkembangan perusahaan bila diterapkan dengan baik. Prisip dan standar ini bukanlah nilai mutlak dalam kesuksesan suatu perusahaan. Tidak selamanya suatu perusahaan yang telah melakukan segala sesuatunya dengan baik akan sukses. Terkadang ada beberapa kendala atau halangan yang tidak dapat dihindari contohnya tertipu rekan kerja atau tertimpa bencana serta kendala-kendala lainnya. Berikut adalah beberapa prinsip dan standarisasi yang diharapkan mampu mendukung kemajuan dan perkembangan suatu perusahaan:

Perancanaan yang Matang 

Sebelum suatu perusahaan berdiri maka biasanya modal merupakan kendala awal yang harus dipenuhi sebelum perusahaan berjalan. Tidak selamanya modal besar pasti memberikan keuntungan besar. Pengelolaan modal yang efektif dan efisien akan memberikan keuntungan yang maksimal. Untuk kita kita harus melakukan perhitungan modal dan biaya yang diperlukan untuk operasional perusahaan dalam jangka beberapa waktu ke depan. Kita harus mampu memberikan anggaran yang aman untuk operasional perusahaan dalam beberapa waktu kedepan. Jadi bukan mengamankan anggaran hanya untuk hari ini dan besok. Dengan adanya pengamanan anggaran dalam jangka panjang maka perusahaan akan mampu bertahan bila mengalami kendala atau bencana yang sifatnya mendadak dan tidak diperhitungkan sebelumnya.
Dengan melakukan perencanaan dan perancangan perusahaan secara matang maka perusahaan akan siap menghadapi berbagai kendala dan rintangan karena telah diperhitungkan sebelumnya. Misalnya dalam membuat suatu produk maka kita harus melakukan penelitian terlebih dahulu mengenai pasar, konsumen, produk pesaing, dan kendala-kendala yang mungkin akan muncul agar produk kita tepat sasaran dan tidak gugur bila terkena berbagai tekanan dan kendala yang muncul. Saat ini penggunaan teknologi informasi dalam kegiatan bisnis mampu memudahkan dan mempercepat perencanaan perusahaan. Sistem yang digunakan disebut Enterprise Resource Planning(ERP) dimana sistem ini melakukan perencanaan dengan konsep Manajemen Operasional dengan suatu aplikasi yang terintegrasi. Beberapa kegiatan manajemen dapat terbantu dengan sistem ini seperti inventory management, financial management, reporting, manufacturing management, dan kegiatan lainnya.

 Sumber Daya Manusia yang Berkualitas, Loyal, dan Sejahtera.
 
Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas merupakan kunci penggerak perusahaan. Dengan adanya SDM yang mampu menggerakkan perusahaan dengan baik maka suatu perusahaan akan mampu berkembang dan melakukan bisnisnya dengan efektif dan efisien. SDM yang berkualitas tidaklah cukup untuk menjalankan perusahaan dalam jangka panjang. Diperlukan loyalitas pegawai terhadap perusahaan tempat dimana dia bekerja. Dengan membangun hubungan emosional antara perusahaan dan pegawainya maka seorang pegawai akan berusaha semaksimal mungkin memberikan kontribusi terbaik buat perusahaan. Tanpa adanya hubungan emosional antara perusahaan dan pegawai maka pegawai hanya menjalankan kewajibannya tanpa memberikan seluruh kemampuannya untuk perusahaan. Bila kewajibannya telah dilakukan maka dia hanya akan berjalan ditempat tanpa memberikan inovasi, kreatifitas, dan ide cemerlang yang sebenarnya bisa dilakukan bila pegawai memiliki ikatan emosional yang membuat dia ingin ikut membangun dan mengembangkan perusahaan menjadi lebih baik.
Sumber daya manusia yang berkualitas, dan loyal belum tentu dapat memberikan kontribusi terbaik yang dimilikinya. Manusia yang memiliki kebutuhan tentu akan berusaha agar dapat memenuhi segala kebutuhannya. Bila seorang pegawai merasa bahwa penghasilan yang dimilikinya tidak memenuhi kebutuhannya maka tentu dia akan berusaha untuk mencari jalan agar dapat memenuhi seluruh kebutuhannya. Bila hal ini terjadi maka pegawai mencari kerja sampingan yang akan menyita waktu, pikiran, dan tenaganya sehingga ia tidak dapat memberikan kemampuannya secara maksimal pada perusahaan. Mengapa terkadang beberapa perusahaan melakukan meeting, atau penyusunan anggaran di hotel padahal kantor mereka memiliki fasilitas yang sama dengan hotel? Mungkin buat sebagian orang hal ini adalah pemborosan, tapi dampak baiknya adalah para peserta meeting atau rapat akan lebih berkosentrasi dan memberikan pemikiran mereka secara maksimal tanpa terganggu oleh masalah lainnya seperti macet di perjalanan ke kantor, permasalahan di rumah, dan kendala-kendala di luar perusahaan. Dengan adanya dukungan dari perusahaan agar pegawai tidak dipusingkan oleh hal-hal lain diluar perusahaan maka pegawai diharapkan dapat memberikan kontribusi maksimal buat perkembangan perusahaan.
 
Manager yang Terbuka, Tegas, dan Demokrat
 
Kepemimpinan seorang manager merupakan penunjuk jalan yang benar bagi perusahaan. Mereka adalah nakhoda kapal yang akan menentukan apakah perusahaan akan mencapai tujuan atau tidak. Jiwa kepemimpinan yang berwibawa harus dimiliki oleh seorang manager perusahaan, namun dengan wibawa bukan berarti bersikap tertutup terhadap pegawainya. Justru sikap terbuka seorang pemimpin yang mau menerima masukan dan saran dari bawahannya akan membantu seorang manager dalam memimpin perusahaan atau departement yang dibawahinya. Ketegasan dalam memimpin dan mengambil keputusan sangat diperlukan oleh seorang manager, karena di tangan mereka keputusan akan jalan yang ditempuh oleh perusahaan akan menentukan perkembangan dan operasional perusahaan. Manager juga harus dapat mempertanggung jawabkan keputusan mereka di depan direksi tidak melulu menyalahkan bawahan yang tidak becus melakukan perintahnya. Sebaiknya setiap pengambilan keputusan melibatkan banyak pihak, baik itu bawahan ataupun pihak lain yang terkait. Dengan adanya masukan dari yang lain maka manager dapat mempertimbangkan dan mengambil keputusan yang tepat dan memuaskan banyak pihak.
Hubungan antara manager dan bawahan juga harus baik dan terjaga. Sebisa mungkin ada hubungan 2 arah antara manager dan bawahan, bukan hubungan searah dimana manager terus-terusan memberi perintah kepada bawahan tanpa mau mendengar keluhan dan perasaan bawahannya. Bila ada hubungan harmonis seperti keluarga dalam suatu perusahaan maka akan tercipta team kerja yang solid dan kuat dalam menjalankan perusahaan.
     
Lingkungan Kerja yang Nyaman dan Mendukung
 
Seorang pekerja menghabiskan hampir setengah hidupnya dalam sehari berada di kantor. Sehingga kantor merupakan tempat kedua setelah rumah yang menjadi tempat terlama dimana pekerja berada. Untuk itu lingkungan kantor yang nyaman, kondusif, dan mendukung pekerjaan mutlak diperlukan. Lingkungan kerja bukan berarti hanya kantor saja, akan tetapi termasuk suasana kerja, dan hubungan antar pegawai perusahaan. Bila salah satu bagian dari lingkungan kerja tersebut ada yang membuat tidak nyaman seorang pekerja maka akan berdampak terhadap menurunnya kinerja dan kontribusi pegawai tersebut terhadap perusahaan.
Kantor adalah tempat bekerja dimana kenyamanan kantor bergantung pada kebersihan, kerapian, ketenangan, keindahan, suhu dan udara yang sesuai, serta tata letak furniture dan ruangan yang baik. Perangkat kerja yang mendukung juga perlu diperhatikan. Jangan memaksakan penghematan terhadap perangkat kantor yang dapat menghambat pekerja. Beberapa perusahaan terkadang mempertahankan komputer tua yang suka crash dengan alasan masih dapat dipakai padahal justru kelambatan dan tuanya perangkat membuat waktu bekerja dan terkadang menghambat pekerja pada saat perangkat tua tersebut rusak. Kantor yang nyaman akan membuat pegawai betah dan tidak terburu-buru ingin meninggalkan kantor sehingga pekerja lebih berkosentrasi dalam melakukan pekerjaannya. Suasana kekeluargaan di kantor perlu dibina agar pegawai merasa sebagai bagian dari perusahaan dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap perusahaan untuk menjaga nama baik perusahaan. Jangan sampai ada sifat iri, sinis, atau ada pertikaian antar pegawai karena akan mengganggu pekerjaan dan kinerja perusahaan.
Perlu diperhatikan juga bagaimana pegawai berangkat dan pulang dari kantor. Bila pegawai tinggal terlalu jauh dari kantor maka perlu dipikirkan bagaimana bila terkendala macet dan terlambat sampai dikantor. Ada baiknya perusahaan menyediakan jemputan karyawan karena selain membantu karyawan juga akan mengakrabkan karyawan karena ada waktu bercerita dalam perjalanan dari atau ke kantor.


Terbuka dan Selalu Belajar
Perkembangan dunia bisnis begitu cepat. Begitu banyak bidang yang mendukung suatu bisnis misalnya bidang teknologi informasi. Begitu banyak perubahan yang terjadi diluar perusahaan, karena itu kita tidak boleh tertutup dan harus berusaha menerima perubahan yang ada. Dengan selalu mempelajari perubahan dan perkembangan maka suatu perusahaan akan dapat bersaing dengan perusahaan lain dan tidak tertinggal oleh tren dan perkembangan yang terus berjalan. Perusahaan harus mempelajari dan menerapkan berbagai perkembangan dan perubahan yang mampu memberikan manfaat yang efektif dan efisien bagi perusahaan. Dengan demikian maka perusahaan akan selalu dapat berkembang, dan berjalan seiring dengan perubahan dan perkembangan yang ada.

Manajemen Proses Bisnis
Iklim kompetisi menuntut tidak saja barang dan jasa yang berkualitas tetapi juga kecepatan layanan disamping harga yang murah. Untuk dapat mencapai taraf kompetitif seperti ini, organisasi mau tidak mau harus inward looking dengan mengoptimalkan operasi bisnis di tiap lininya, memperbaiki dan menstabilkan kualitas dan reliabilitas sistem. Optimalisasi ini mencakup kelengkapan kendali proses, solusi jangka panjang yang berkelanjutan, minimalisasi tidak saja error tetapi juga limbah dan pengerjaan ulang, efisiensi waktu, dan penghapusan aktivitas yang tidak memberi nilai tambah.

Siklus dari inisiatif perbaikan proses secara garis besar terbagi dalam tiga aktivitas utama, discovery and design, deploy and execute, dan monitor and control. Discovery dimulai dengan mengidentifikasi keperluan dari proses tersebut. Mulai dari pendorong, tata nilai, strategi, sampai hasil dari bisnis organisasi. Identifikasi ini akan mendukung “raison d’etre” dari proses tersebut. Selanjutnya identifikasi tadi diikuti oleh inventarisasi dari proses yang sudah berjalan baik itu proses utama maupun proses pendukung. Inventarisasi ini lebih bersifat memotret bagaimana alur kerjanya, berapa biaya yang diperlukan, siklus waktunya dan lain sebagainya. Selain itu perlu dipetakan, apakah suatu proses memberikan nilai tambah atau tidak.

Kategorisasi hasil value analysis ini bermanfaat untuk menentukan skala prioritas dalam perbaikan proses. Bahkan, bilamana perlu proses yang tidak memberi nilai tambah sejak tahap ini dapat segera dipangkas. Hanya saja perlu pertimbangan masak-masak sebelum memangkasnya. Tetapi juga tidak berarti harus berlama-lama membiarkan proses yang tidak mendatangkan nilai tambah ini semakin menjadi beban. Ibarat membiarkan barang yang sebetulnya tidak terpakai tapi dibuang sayang justru menjadikannya sampah yang membebani.

Hasil inventarisasi tadi ditindaklanjuti dengan menentukan siapa yang selanjutnya bertanggung jawab terhadap suatu proses (process ownership). Tanggung jawab pertama dari pemilik proses ini adalah membangun dan menanamkan kultur perbaikan berkelanjutan. Dengan semangat perbaikan berkelanjutan, sebagai standar parameter ditentukan indikator kinerja dari proses yang mencakup aspek waktu, biaya, dan kualitas. Kriteria dari standar ini dibuat jelas, terukur, dan dapat dijangkau. Sehingga berdasarkan standar tadi dapat dilakukan penilaian seberapa jauh kesenjangan kinerja dari proses yang selama ini berjalan. Root cause analysis dapat dilakukan untuk mendapatkan faktor apa saja yang menjadi pemicunya. Dengan diketahuinya faktor pemicu ini peluang bagi perbaikan dapat diidentifikasi, apakah itu melalui adopsi teknologi, perbaikan praktek manajemen, perbaikan alur kerja, atau yang lainnya.

Tahap selanjutnya adalah desain model baru yang mampu mengoptimalkan kinerja dari proses bisnis sesuai dengan karakteristik yang telah ditemukan. Belajar dari pengalaman pihak lain melalui benchmark dengan “best practices” dari industri terkait akan membantu keluar dari inward looking trap, mengurangi resiko dan biaya serta menjaga perusahaan tetap berada dalam rel menuju pemenangan kompetisi.

Sebelum diimplementasikan, model baru tersebut disimulasikan, sebagai eksperimen terhadap perubahan yang terjadi, seberapa sukses perbaikan desain ini berjalan. Simulasi ini secara operasional akan mereduksi resiko dengan mengantisipasi kekurangan dari model yang baru. Jika simulasi berhasil maka model tersebut dapat diimplementasikan sambil dimonitor dengan analisa dan pengontrolan terhadap hasilnya. Masih dalam semangat dan siklus perbaikan berkelanjutan.

Dalam setiap tahapan ini, sumber daya manusia memegang peranan sangat vital, baik dalam perannya sebagai Process Designer, Process Executor, maupun Process Manager. Dengan demikian pelatihan secara berkesinambungan dan dilaksanakan secara lintas sektoral sangat diperlukan untuk meningkatkan kompetensi mereka. Selain itu pemahaman mengenai persepsi karyawan menjadi menu wajib bagi perusahaan. Kebanggaan sebagai karyawan yang merasa ketrampilannya bernilai sebagai aset perusahaan haruslah mendapat perhatian yang proporsional. Kebanggaan dan perasaan berharga ini dapat meningkatkan engagement karyawan terhadap perusahaan dan dapat menjadi tali emosional yang sangat kuat untuk memacu motivasi internal. Membuatnya ’menikmati’ bekerja setiap hari dan merasakan bagaimana hasil kerjanya memberi nilai tambah bagi pelanggan. Jika seorang karyawan ’menikmati’ pekerjaannya tentu akan menumbuhkan kerelaan dalam melaksanakan tugas-tugasnya dengan sepenuh hati. Ketulusan dalam melayani pelanggan eksternal maupun internal akan meningkatkan kualitas layanan itu.

Tentu saja orientasi pelanggan ini tidak bisa dilupakan dalam manajemen proses bisnis, karena pelangganlah yang akan menentukan apakah nilai tambah dari perbaikan proses ini bermakna atau tidak. Pelanggan tidak mau tahu dengan proses, mereka hanya akan melihat keluarannya.

Tugas CP1 Matkul TIK

Mahasiswa MB-ITS berhasil Meraih Juara Ketiga dalam The 6th PPM Business Case Competition


Jakarta (03/12). Prestasi baru kembali ditorehkan oleh mahasiswa Manajemen Bisnis ITS. Adalah Ketut Rina Purnami Dewi, Amanda Putri Santoso dan Putri Candra Anggani yang berhasil meraih juara ketiga dalam The 6th PPM Business Case Competition. Dengan tema on “Bee”coming The leader business retail in Indonesia, Tim Forselory merancang berbagai rencana marketing, termasuk green marketing, marketing ceria, creative thematic store, dan, Albi’s Story untuk meningkatkan marketshare Alfamart menjadi yang terbesar di Indonesia.
Lomba business case yang dihelat oleh PPM school of Management Jakarta ini merupakan lomba khusus yang ditujukan untuk mahasiswa S1 seluruh Indonesia. Peserta dituntut untuk menghasilkan strategi bisnis dari berbagai aspek untuk menjadikan Alfamart sebagai retail nomer satu di Indonesia. Dalam strateginya, tim menggunakan strategi marketing dan value chain yang diadopsi dari beragam retail ternama di dunia dengan adaptasi budaya di Indonesia.
Tahun ini terdapat 105 tim peserta dari 37 perguruan tinggi se-Indonesia yang mendaftar. Berdasarkan hasil penilaian terhadap paper yang dikirimkan kepada panitia, dan mempertimbangkan banyaknya peserta yang berpartisipasi, panitia menetapkan dua belas tim dengan nilai teratas masuk ke dalam tahap berikutnya dari kompetisi ini sebagai Finalis.

Tugas CP1 Matkul TIK

8 LANGKAH UNTUK MANAJEMEN RISIKO INFORMASI


Investasi pada teknologi diasosiasikan dengan investasi masa depan. Ratusan bahkan ribuan perusahaan besar di dunia berlomba-lomba meng-upgrade­ mesinnya. Namun, tak banyak yang fokus pada proteksi data yang diperoleh dari teknologi canggihnya. Berdasarkan survei oleh Pricewater Cooper di tahun 2015, hanya 45% dari 103 CEO di Amerika Serikat yang peduli pada keamanan data dan serangan cyber yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Sebagai Chief Finance Officer, akan selalu ada permintaan tambahan dana untuk perlindungan data dari tim proteksi atau manajemen risiko. Namun, di era ini, CEO tidak lagi tertarik pada kegiatan yang tidak produktif dan tidak menghasilkan keuntungan nyata bagi perusahaan. Oleh karena itu, dibutuhkan data akurat dan analisa hasil yang terstruktur untuk meyakinkan pimpinan bahwa manajemen risiko informasi sangatlah penting. Analisa komprehensif dapat dilakukan dengan 8 langkah, sebagai berikut :
  1. Identifikasi aset yang menyimpan informasi penting, seperti PII (Personal Identification Information), PHI (Protected Health Information), dan PCI (Payment Card Information). Aset yang dimaksud ialah laptop, komputer, hard disk dan penyimpan data lainnya.
  2. Identifikasi ancaman terhadap aset, yang terbagi menjadi 4 kategori, yaitu faktor lingkungan (banjir, kilat, kebakaran), struktural (infrastruktur dan kegagalan perangkat lunak), kecelakaaan (kelalaian pengguna) dan adversarial (pembajakan).
  3. Identifikasi celah terhadap aset, seperti tidak ada back up data, password yang lemah, tidak ada pembekalan ilmu kepada pengguna, dan tidak adanya manajemen risiko yang kuat.
  4. Menentukan intensitas terjadinya ancaman dengan memeringkatkannya dari yang paling jarang, menengah dan sering.
  5. Menganalisa dampak dari terjadinya ancaman, dan menghitung total potensi biaya yang harus dikeluarkan untuk pencegahan dan penanganan.
  6. Meranking risiko dari dampak dan intensitas tertinggi hingga yang terendah. Dengan ini, perusahaan dapat melakukan kebijakan prioritisasi.
  7. Mencari solusi atas ancaman yang mungkin terjadi.
  8. Menentukan sikap terhadap risiko. Contohnya, risiko kehilangan data dari laptop yang dicuri. Perusahaan dapat menerima risiko, mengalihkan (menggunakan metode outsourcing), menghindari (tidak menggunakan laptop), atau dimitigasi (memakai password yang sangat kuat, penginstalan perangkat pencari jejak).
Sebelum melangkah, seorang CFO harus memahami level risiko yang mampu diterima oleh para pimpinan dan dana yang dimiliki untuk menyokong kebijakan proteksi ini. CFO perlu memastikan bahwa langkah yang dipilih, sesuai dengan visi dan kebutuhan perusahaan. 8 langkah ini akan berfungsi efektif bila didukung oleh elemen-elemen lain di dalam sebuah organisasi.

Tugas CP1 Matkul TIK


Komunikasi Perusahaan ala Aminuddin Nurdin yang Sukses Memoles Grup Astra

Bisnis.com, JAKARTA – Grup Bisnis Indonesia meluncurkan buku Komunikasi dalam Praktik: Kreatif & Bersahabat buah karya Aminuddin Nurdin, yang sukses mengembangkan strategi komunikasi perusahaan di Grup Astra International.
Buku ini memberikan warna baru, karena pembahasan materi komunikasi perusahaan lebih banyak dilihat dari perspektif empirikal  penulis, yang mengawal  strategi komunikasi perusahaan Grup Astra selama 36 tahun. 

Keterlibatan Aminuddin di  dunia komunikasi telah mencapai lebih dari empat dekade. Waktu yang tidak sebentar untuk menggeluti sebuah karir secara konsisten. Dia memulainya sejak kuliah dengan mengambil jurusan komunikasi di Unpad.
Keseriusannya dalam bidang komunikasi ditunjukkan dengan diangkatnya beliau menjadi asisten dosen ketika lulus sarjana muda (D3).
Setelah itu, dia melanjutkan ke jenjang sarjana komunikasi, yang akhirnya mengantarkannya menjadi dosen di almamater sendiri. Karena ketekunannya, dalam waktu yang bersamaan, dia juga diangkat menjadi sekretaris dekan bidang akademik. Pengabdian Aminuddin di dunia akademik berlangsung selama tujuh tahun lebih.
Pada 1975, dia masuk ke Astra. Meski begitu, Aminuddin tidak langsung banting setir. Beberapa tahun setelah masuk Astra, dia tetap mengabdi sebagai dosen di almamaternya.
Tugas utamanya setelah masuk Astra adalah membenahi komunikasi perusahaan selepas Peristiwa Malari 1974. Astra waktu itu dicap sebagai perusahaan asing, antek Jepang, dan non muslim. Upaya memperbaiki reputasi perusahaan pun  dilakukan.
Aminuddin ikut dalam tim rekrutmen keliling universitas di Indonesia untuk merekrut putra/putri terbaik bangsa, sekaligus mengkomunikasikan bahwa Astra adalah perusahaan nasional, yang juga mempekerjakan putra-putri daerah.
Kiprahnya terus berlanjut seiring dengan karirnya yang semakin menanjak. Aminuddin menancapkan pondasi komunikasi di Astra.
Dia menyusun program-program bagaimana komunikasi internal dan eksternal bisa berjalan untuk mendukung bisnis perusahaan. Seperti gayung bersambut, dukungan dari jajaran direksi pun ikut membantu suksesnya komunikasi perusahaan.
Dalam menangani kasus besar di Astra pun dia masuk ke dalam jajaran tim inti. Dalam kasus likuidasi Bank Summa, publik mengira Astra terkena imbas, karena pemiliknya juga berasal dari keluarga William Soeryadjaya.
Kemudian, Aminuddin berperan menjelaskan kepada publik bahwa Astra dan Bank Summa adalah dua perusahaan yang berbeda meskipun pemiliknya berasal dari keluarga yang sama.
Kemudian, dalam krisis 1997-1998, Astra diisukan mengalami kerugian.
Aminuddin, yang waktu itu menjabat sebagai Vice President Chief Corporate Public Affairs  PT Astra International Tbk, menjelaskan bahwa yang terjadi denga Astra hanyalah imbas dari krisis yang terjadi waktu itu.
Upaya lain pun dilakukan, dia bersama Rini Soemarno, yang waktu itu menjabat direktur keuangan Astra dan tim melakukan upaya untuk keluar dari krisis.
Dia dan tim ikut berkomunikasi dengan media, kreditur, investor, dan stakeholder untuk meyakinkan bahwa Astra mampu keluar dari krisis, sekaligus menepis isu bahwa Astra mengalami pailit.
Dia juga berperan dalam mengkomunikasikan kepada seluruh pihak tentang proses peralihan kepemilikan William Soeryadjaya atas saham Astra yang dilepas kepada pemilik lain, mayoritas kepemilikan Astra kemudian beralih ke BPPN.
Di sinilah terjadi tarik ulur kepentingan dalam penjualan saham milik BPPN di Astra yang ramai menjadi bahan perbincangan dan pemberitaan ketika itu, sampai kemudian saham Astra menjadi milik Jardine.
Peran Aminuddin di Astra semakin ketara dalam tiga hal. Pertama, dia mengusulkan untuk membangun Masjid Astra. Kedua, dia pernah memimpin proyek pembangunan Museum Astra.Ketiga, dia pernah menjadi ketua YDBA dan meraih berbagai prestasi, serta mengusulkan agar YDBA memiliki gedung yang di dalamnya terdapat galeri UMKM. Dia mengatakan bahwa itu adalah bagian dari komunikasi yang kreatif.
Peran lain yang tidak kalah penting, dia diamanahkan menjadi ketua tim internalisasi GCG di Astra. Dia, bersama tim, menyusun, mensinergikan, dan mengkomunikasikan dengan stakeholder Astra agar penerapan GCG di Astra bisa berjalan baik.
Bergabung ke Grup Triputra
Usai menghabiskan 36 tahun di Astra, dia pun pensiun. Tapi semangatnya tak redam, pada tahun 2011, dia pun bergabung bersama Grup Triputra. Berkat permintaan dari Teddy Rachmat, founder Grup Triputra, dia pun kembali menggawangi komunikasi di grup bisnis yang terkenal dengan  kerajaan bisnis sawit dan perkebunan.
Di Grup Triputra, dia pun berperan dalam membangun komunikasi yang baik baik internal maupun ekternal perusahaan, menjalin hubungan dengan pers, dan menangani permasalahan perusahaan dengan komunikasi yang bersahabat. Dia juga membangun nilai-nilai GCG dalam perusahaan, serta mensosialisasikannya kepada stakeholder.
Karir yang panjang di dunia komunikasi buat Aminuddin adalah dunia yang jauh dari sangkaan orang banyak, dia mengatakan bahwa kerja komunikasi tidak hanya melulu soal pers rilis dan jalan-jalan, namun lebih dari itu kerja komunikasi lebih banyak menangani permasalahan dengan komunikasi yang kreatif dan bersahabat, menyusun question and answer jika ada wartawan datang bertanya, dan sebagainya. “Tidak ada yang tidak bisa diselesaikan dengan komunikasi,” kata Aminuddin.

Tugas CP1 Matkul TIK

Ada Hacker Rusia di Balik Celah Keamanan Windows


REDMOND - Microsoft baru saja mengatakan, kelompok hackeryang sebelumnya dikaitkan dengan Pemerintah Rusia dan politik Amerika Serikat (AS) berada di belakang serangan siber baru-baru ini, yang mengeksploitasi celah yang baru ditemukan dalam sistem operasi Windows.
Diwartakan Venture Beat, Rabu (2/11/2016) pembuat softwaremengatakan dalam di website-nya, telah ada segelintir serangan menggunakan e-mail ‘spear phishing’ dari kelompok hacker yang dikenal sebagai Strontium atau lebih banyak dikenal sebagai ‘Fancy Bear’ atau APT 28.
Sejauh ini, Microsoft sendiri tidak mengidentifikasi korban serangan. Sementara itu, seorang pakar intelijen AS di aktivitas siber Rusia mengatakan, Fancy Bear bekerja terutama untuk atau atas nama GRU, badan intelijen militer Rusia, yang para pejabat intelijen AS menyimpulkan bertanggung jawab atas hack databasedan e-mail Partai Demokrat.
Di samping itu, raksasa software ini juga mengatakan, serangang mengeksploitasi kerentanan di software Adobe Flash dan satu di sistem Windows. Mengetahui hal itu, Adobe merilis patch untuk kerentanan, sementara Microsoft akan mengungkap patch-nya dalam beberapa hari ke depan.
(kem)

Tugas CP1 Matkul TIK


Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi


Perkembangan TIK; Jika berbicara tentang teknologi, tentunya tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Selamanya, selama peradaban manusia masih ada, teknologi akan terus menjadi hal terpenting dalam kehidupan. Hal yang saat ini sedang menjadi trand dan ramai diperbincangkan adalah teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang mana merupakan salah satu hal terpenting di abad ini. Tidak dapat dipungkiri kalau TIK tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Mulai dari anak kecil hinga orang tua, pedagang kecil hingga pengusaha besar, baik disadari maupun tidak sudah begitu tergantung pada TIK.
Jika dilihat dari kacamata sejarah, TIK sesungguhnya sudah mulai dikenal manusia sejak beratus-ratus berabad-abad lalu. Sejak manusia diciptakan di muka bumi ini, manusia sudah mulai mencoba berkomunikasi dengan symbol-simbol dan isyarat. Hal ini merupakan titik awal perkembangan TIK. Manusia yang lebih maju dan modern mampu berkomunikasi secara lisan dan mulai mampu mendokumentasikan informasi dalam bentuk tulisan dan ukiran baik dalam bentuk simbol maupun gambar.
Pada jaman lalu, teknik pendokumentasian informasi pun masih sanat sederhana, tetapi akhirnya terus berkembang dengan sanat pesat hingga saat ini. Beberapa alat yang digunakan pada zaman dulu antara lain, tulang, batu, kulit kayu, tanah liat, dan kulit binatang. Adapun karakteristik dari cara penyampaian informasi pada zaman dahulu adalah informasi menyebar dengan lambat dan kuran efektif.

lukisan pada dinding gua, contoh dokumentasi informasi jaman purba
Setelah masa revolusi industri, alat-alat mekanik bahkan elektronik mulai ditemukan, termasuk didalamnya alat-alat yang mampu membuat penyebaran informasi menjadi lebih mudah dan efektip. Jika pada awalnya orang yang berjarak jauh hanya mampu berkomunikasi lewat surat atau melalui kurir, maka pada abad pertengahan ini sudah mulai digunakan telegraf. Beberapa tahun kemudian, Alexander Graham Bel menemukan telepon yang mampu dipakai untuk berkomunikasi oleh orang walaupun berjarak jauh.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berkembang dengan sangat pesat hingga saat ini. Saat ini, jarak dan waktu seakan tidak lagi menjadi halangan dalam berkomunikasi. Orang yang berada di pulau yang berbeda bahkan negara yang berbeda kini sudah mampu melakukkan komunikasi bahkan mampu ditampilkan secara visual. Salah satu hal yang sedang menjadi trend sat ini adalah kegiatan yang berbasis internet dan elektronik.
Beberapa contoh pemanfaatan TIK diantaranya adalah e-learnig, e-banking, e-library, e-labolatory, e-mail dan sebagainya. Aktivitas-aktivitas berbasis elektronik ini sudah pasti sangat membantu kegiatan manusia. Dengan hal tersebut di atas, dimensi ruang dan waktu tidak lai menjadi hambatan. Selain itu,proses pengolahan data pun semakin cepat dan efisien. Berbagai barang elektonik mulai dari televisi, handphone, tablet, netbook, dsb sudah menjadi barang-barang yang tidak asing lagi bagi masyarakat. Perkembangan TIK pun semakin pesat seiring dengan ditemukannya alat-alat yang lebih canggih.
Melihat apa yang terjadi saat ini, dapat dibayangkan apa yang mungkin dapat terjadi di masa nanti. Jauhnya jarak tidak lagi akan terasa. Kelak komunikasi jarak jauh akan dilakukan dengan hologram tiga dimensi yang begitu nyata. Pekerjaan-pekerjaan manusia akan mulai dikerjakan oleh robot yang bekerja secara otomatis dan mampu belajar dari pengalamannya sehingga mampu mengkoreksi kesalahan yang ia lakukan dengan sendirinya. Teknologi komputer pun akan berkembang dengan pesat. Komputer masa depan akan mampu merespon tindakan-tindakan manusia dan memahami bahasa manusia. Lebih canggihnya lagi, komputer generasi yang akan datang diramalkan, akan memiliki perasaan layaknya manusia.
Melihat fakta dan gambaran seperti diuraikan di atas, muncul satu kekhawatiran, “Akankan eksistensi mausia digantikan oleh komputer?” Satu hal yang patut kita sadari dan tekadkan, “Teknologi dibuat untuk membantu manusia, bukan untuk memperbudak manusia”.
http://caramita.com/perkembangan-teknologi-informasi-dan-komunikasi.htm